Thursday, December 22, 2011

Scarlet #3 : Ngantuk

Mendung tak berarti hujan , tapi ...
Menguap biasanya positif berarti mengantuk
      Sesuai dengan undang-undang lalu lintas, pengendara kendaraan bermotor dihimbau untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan. Maka dari itu pengemudi yang mengantuk disarankan untuk menghentikan kendaraan dan beristirahat sejenak. Hal itu dilakukan untuk menghindari kecelakaan yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.
   Pagi itu saya berangkat ke kantor seperti biasanya. Karena tidur larut malam, berangkat ke kantor dengan kondisi masih ngantuk dan males-malesan. Begitu naik angkot langsung nyari tempat pewe (posisi wuenak) dan zz..zzzz terlelap. Sampai di kampung melayu, saya menuju deretan M16 yang lagi ngetem. Naik trus duduk di pojokan. Asyik nih gak gitu penuh angkotnya, lanjut tidur aaahh !.
    Abis itu tidur...kebangun...tidur lagi... kebangun lagi... 
Eh lho...lho ini di pertigaan Jambul koq gak belok. Apa mau muter di depan ya daripada nungguin lampu merah ?. Tapi koq malah bablas terus ke Cililitan, gimana ini. Tengak-tengok kiri kanan, liat angka di kaca belakang mikrolet.
Whattt ???!... 06...!
Bukan M16 yang saya naikin tapi M06, pantesan ke Cililitan ...wheww...
     Akhirnya saya turun di Cililitan, nyambung lagi metromini ke Kalibata. Hhuff ternyata bukan hanya pengemudi mengantuk yang beresiko tetapi penumpang yang mengantuk juga beresiko . Lain kali melek dulu, baca baik-baik, baru naik deh.


(03) Rawon , JaTim

     Rawon merupakan makanan dari daerah Jawa Timur, semacam sup daging berwarna kehitam-hitaman karena memakai bumbu khas yaitu Kluwek. Makanan ini termasuk favorit keluarga saya karena alm. bapak juga orang Jawa Timur. Waktu Halal bi halal RT kemarin sengaja kami memilih masak nasi rawon komplit. Buat yang kepengen buat Rawon juga diposting resepnya nih , dikutip dari sini . Lebih kurangnya sesuaikan dengan selera masing-masing yaa.
    RAWON
--------------
BAHAN :
500 gr daging 
(paling enak bagian sandung lamur), potong2 dadu
1,5 liter air
2 batang sereh, geprak
3 cm lengkuas, geprak
5 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
2 sdt air asam
Garam & gula pasir secukupnya
4 tangkai daun bawang, bersihkan & potong 2-3cm
4 sdm minyak sayur untuk menumis

Bumbu halus:
2 buah cabe merah
8 butir bawang merah
5 siung bawang putih
2 sdt ketumbar sangrai
½ sdt jintan sangrai
2 cm kunyit
2 cm jahe
4-5 buah keluak yang bagus, ambil dagingnya 

Pelengkap:
Taburan bawang goreng
Sambal terasi
Taoge pendek/kecambah
Kerupuk udang
Telur asin
Lalapan (ketimun, kemangi)

CARA MEMBUAT :

1. Rebus air sampai mendidih.
2. Sementara tunggu mendidih panaskan minyak, tumis bumbu halus,
   sereh, lengkuas dan daun jeruk sampe wangi dan pekat.
3. Masukkan potongan daging & air asam, aduk-aduk sambil terus 
   ditumis sampe daging berubah warna dan kaku.
4. Masukkan tumisan ke dalam air yang sedang mendidih, tambahkan 
   garam & gula, tutup & kecilkan api. Masak sampai daging empuk
  (kalau kuahnya kurang, tambah air).
5. Setelah daging empuk, masukin irisan daun bawang. Aduk rata & 
   didihkan sekali lagi, angkat.
7. Sajikan hangat dengan nasi putih dan pelengkap.
8. Jika ingin bumbu lebih meresap, buat rawon sehari sebelum 
   disajikan.

    Kunci membuat rawon yang enak juga ada pada pemilihan kluwek yang digunakan untuk bumbu. Ada beberapa tips untuk memilih kluwek yang baik mutunya :
- Pilih yang batoknya tidak berjamur.
- Kocok-kocok, ambil bila terasa berat dan koplok biasanya daging buahnya
  bagus dan berwarna hitam.
- Daging buah yang bagus berwarna hitam pekat, jangan ambil bila berwarna 
  kelabu atau berjamur, karena itu kluwek yang sudah kadaluwarsa. Kalau 
  dagingnya agak putih, berarti kluweknya masih muda. 
- Pecahkan batoknya dengan ulekan batu atau martil. 
- Ambil sedikit dagingnya dengan sendok teh, cicipi, kalau pahit jangan digunakan. 
- Kluwek yang bagus bentuknya bulat seperti bentuk batoknya dan utuh, tapi 
  kalau dapat yang sudah mengering dan menempel pada batoknya tidak 
  apa-apa, asalkan tetap berwarna hitam pekat dan tidak pahit. 
  Masih bisa dipakai, asal direndam dulu dengan air panas.

Wednesday, December 21, 2011

Halal Bi Halal RT

     Horreee ... mama dapet arisan RT !. Seperti pada umumnya jika dapat kocokan arisan maka akan menjadi tuan rumah untuk barisan bulan depannya. Nah arisan di rumah saya ini diadakan sekaligus dengan Halal bi Halal Idul Fitri. Wah saya langsung kebayang mesti masak banyak nih. Mau masak apa ya ??!. Seringnya tetangga-tetangga saya kalau acara halal bi halal menyajikan lontong opor atau ketupat sayur. Biar nggak bosan kita milih menu makanan yang nggak umum.
     Keputusan jatuh pada Nasi Rawon Komplit, makanan Jawa Timur daerah asal bapak saya. Awalnya kita masih mikir-mikir pada doyan nggak orang-orang sama makanan kaya gitu. Tapi mengingat orang betawi punya masakan Gabus kuah pucung (kluwek), rasanya mereka bakal doyan aja tuh. Tadinya untuk pelengkap mau ditambah dengan Perkedel Tempe tapi Mama menyarankan Perkedel Kentang aja. Perkedel yang akhirnya menjadi tragedi itu hahaha...tragedi apa ??? terusin aja bacanya ya.
     Nasi Rawon Komplit ini terdiri dari nasi putih, rawon, telur asin, perkedel kentang, sambal terasi, kerupuk udang dan lalapan 3K (kecambah, ketimun, kemangi). Untuk minumannya disiapin Es Fruit Cocktail. Tim masak-masak cuma bertiga Mama, saya, dan Intan -adik saya-. Bakal kerja keras tampaknya, bikin masakan untuk 50 orang tamu plus buat makan kita sendiri. Adik ipar saya kebagian bantu ngulek bumbu-bumbu.
     Pulang ngantor saya langsung berjibaku dengan bahan-bahan fruit cocktail. Mama sudah mulai masak rawonnya, sengaja dibuat semalam sebelumnya biar bumbunya meresap. Kentang-kentang untuk perkedel pun sudah naik ke kukusan. Nah ini dia yang bikin gara-gara esok harinya.
    Beberapa hari lalu diskusi sama Mama, untuk bikin perkedel kentangnya diapain dulu. Kata Mama digoreng aja, sedangkan kata saya mendingan dikukus aja biar rupanya tetap kuning. Akhirnya usulan saya yang dipakai.
    Pagi-paginya kentang kukus itu diuleg trus dicampur sama bumbu-bumbu. Selesai diaduk rata walaaah koq lembek bener, gak bisa dibulet-buletin dong kalo gitu. Panik..panik...mesti diapain ini. "Dimana-mana bikin perkedel itu digoreng kentangnya!", "Lha udah tau mesti digoreng kenapa malah dikukus!". Mama kepikiran buat nyampurin adonan kentangnya pake ubi goreng biar agak kering. Ah tapi nanti rasanya aneh lagi. Ya udah akhirnya saya lari ke warung beli kentang lagi 2 kilo. Trus digoreng dan dicampur dengan separuh adonan perkedel tadi.
     Duh remake perkedel ini jadi nambah lama waktu masak. Untung siangnya sepupu saya datang, lumayanlah dapet pasukan bala bantuan. Huufff untung sebelum sore masakan udah kelar semua. Sesuai jadwal para ibu-ibu itu bakal datang jam 4 sore.
---  Rawon  ---

---  Perkedel hasil remake  ---
    Rawonnya kita taruh di Slow Cooker supaya tetap hangat, kalau udah berkurang di refill. Seneng deh pada doyan ternyata, yaa memang ada satu dua orang yang memang kurang suka kluwek/pucung. Makanannya juga  masih cukup buat nganterin ke beberapa rumah lagi. Gak lagi-lagi deh bikin perkedel kentangnya dikukus. Sayang banget kemaren separuh adonan (kentang 2 kilo) mesti kebuang. Pelajaran buat kalau ada acara masak-masak lagi.

---  Nasi Rawon Komplit ---


Friday, December 16, 2011

(02) Opor Kutai , KalTim


    Setelah cerita tentang Semur Betawi selesai, sekarang waktunya ulasan Opor Entok. Kalau opor ayam khan sudah biasa, nah sesekali bikin masakan yang di luar kebiasaan. Ini pake entok lho bukan bebek/itik. Entok itu yang pendek dan jalannya megal megol. Entoknya sendiri beli di tetangga belakang, punya lumayan banyak jadi dijual-jualin.
     Lantaran si Mama yang mau masak opor, jadi beliau sendiri yang mengurus dari bersihin entok sampai matengnya. Bumbu opornya sendiri menggunakan resep Opor Kutai (masih diambil dari Femina Edisi Hidangan Lebaran) yang salah satu campurannya adalah kelapa parut sangrai. Kebayang dong gurihnya. Mari ditengok resepnya ...

   OPOR  KUTAI
--------------
BAHAN :
1 ekor ayam ras, potong 12 bagian ----> diganti dengan entok
3 sdm minyak goreng, untuk menumis
6 lembar daun jeruk purut
1/2 butir kelapa, setengah tua, parut
  (sangrai hingga kecoklatan, tumbuk)
500 ml santan kental
1 sdm air asam jawa
1 1/2 sdt garam
1 sdt gula pasir
Bumbu halus :
10 butir bawang merah
4  siung bawang putih
50g kemiri, sangrai
1 sdm ketumbar, sangrai
1 sdt jintan, sangrai
1/2 sdt merica butiran, sangrai
3 batang serai, ambil bag. putihnya, memarkan
3 cm jahe
3 cm kencur

CARA MEMBUAT :
1.  Panaskan minyak, tumis bumbu halus dan daun jeruk hingga harum.
2.  Masukkan potongan ayam, aduk rata. Masukkan kelapa tumbuk,
    tuangi santan, aduk rata.
3.  Masak diatas api sedang sambil sesekali diaduk agar santan
    tidak pecah. Masukkan air asam jawa, aduk rata.
4.  Masak hingga ayam/entok matang dan kuah mengental. Bubuhi 
    garam dan gula pasir. Masak hingga semua bahan matang. 
5.  Angkat, sajikan. 

    Giliran opornya sudah matang, Mama udah mblenger duluan gara-gara inget bau entoknya waktu dibersihin. Mau gak mau yang lain kebagian ngabisin entoknya. Kalau udah bosen makan opor, ayam/entoknya bisa dipanaskan dulu sampai kuahnya mengering terus digoreng.

 

(01) Semur Betawi , DKI Jakarta

       Seperti yang sudah saya bilang di posting sebelumnya kalau saya mau buat Semur Betawi untuk menu Lebaran tahun ini. Nah seperti gambar di atas lah wujud dari Semur Betawi hasil masakan saya. Resepnya sendiri diambil dari Femina Edisi Hidangan Lebaran : Lebaran Gaya Indonesia. 
     Resepnya saya ketik disini ya, siapa tahu ada yang mau nyoba masak juga.

  SEMUR BETAWI
--------------------------
BAHAN :
600 g daging sapi has dalam, potong 4x4 cm
100 ml kecap manis
3 butir cengkeh
2 cm kayumanis
3 lembar daun salam
3 batang serai, ambil bag. putihnya, memarkan
750 ml air
Bumbu halus :
12 butir bawang merah
6 siung bawang putih
2 sdt merica butir
2 sdt  ketumbar
1 sdt jintan
1/2 biji pala
2 cm lengkuas
2 cm jahe
2 sdt garam

CARA MEMBUAT :
1.  Lumuri  daging dengan bumbu halus, diamkan selama 1 jam hingga 
    bumbu meresap.
2.  Tuangi kecap manis, aduk rata.
3.  Masukkan cengkeh, kayu manis, daun salam dan serai. Aduk rata.
4.  Masukkan ke dalam panci, tuangi air.
5.  Masak dengan api sedang hingga matang dan daging empuk. Angkat.
6.  Sajikan dengan taburan bawang merah goreng.

    Ada beberapa tips tambahan nih : pertama, buat semur sehari sebelum disajikan agar bumbu lebih meresap ; kedua, gunakan panci tekan supaya daging lebih cepat empuk ; ketiga, biasanya orang Betawi menambahkan kemiri di bumbu halusnya agar semur lebih kental.

Menu Lebaran 2011

     Sekelumit kenangan dari Lebaran 2011, 31 Agustus lalu. Apalagi yang heboh dari perayaan hari raya kalau bukan soal makanan (dan pakaian tentunya). Selepas pulang dari demo masak hidangan lebarannya Femina, udah deh bolak-balik bukain kumpulan resepnya milih-milih mau masak apa. Kalau udah kaya gini, biasanya debat sama Mama urusan menu.Yang satu mau ini , yang satu lagi mau itu... hadeuh ribet dah ...
     Si mama mau masak entok, mau beli dari tetangga 2 ekor. Orang rumah teriak komen ''..sapa yang mau makan entok banyak-banyak...''. Ya sudah akhirnya masak maunya masing-masing saja. Karena Lebaran kali ini adik dan keluarganya lagi ada di Jakarta, kita masak Ketupat sendiri. Kalau pas mereka lagi di Sukabumi, biasanya kita beli aja. Wong di rumah cuma ada 3 orang doang. Kebetulan adik iparku pinter bikin kulit ketupat, dan bikin 200 buah kulit ketupat. Weiitts jangan mengira kita bakal masak sebanyak itu, yang buat di rumah cuma 40 buah kulit ketupat sisanya pesenan orang hehehe.
   
 
    Dari hasil musyawarah (yang lama banget mufakatnya itu) akhirnya diperoleh keputusan. Saya mau masak Semur Betawi dan Mama bakal bikin Opor Entok. Sayurnya sendiri Lodeh Pepaya Muda. Tanggal 29 Agustus masakan udah siap semua. Ternyata Lebaran ditetapkan tanggal 31 Agustus, mundur sehari dari jadwal di kalender. Semua masakan menginap dulu di kulkas. Se Indonesia Raya makan sahur terakhirnya pake Ketupat nih. Mau tahu tampilan menu Lebarannya ??!.
  ---  ki-ka : Ketupat, Opor Entok,  ---  
Semur Betawi, Sayur Pepaya Muda
     
     Wadeuh kerupuk sama sambalnya ketinggalan di foto. Belum lagi deretan kue kering yang juga tak sempat di foto. Begini nih kalau ada keponakan kecil umur 2 tahunan di rumah. Kemana-mana dibuntutin sampe mau jeprat-jepret aja susyah.


     

Friday, December 9, 2011

Sup Sip Thai , PI

     Well acara bukber (buka bersama) teman-teman seangkatan Teknik Industri UI sudah berlalu sekian lama, tepatnya tanggal 27 Agustus 2011. Untuk mengabadikan kenangannya maka saya tuliskan di blog ini. (yaelaah tahun depan juga ada bukber lagi, Insya Allah). Acaranya sendiri di Urban Kitchen, Plaza Indonesia. Nggak semua pasukan seangkatan datang sih tapi bisa rame juga mengingat sudah punya kesibukan masing-masing. Apalagi yang sudah menikah dan punya buntut (anak maksudnye).
   Sebenarnya saya bukan mau mengulas mengenai acara bukbernya, tapi pengalaman makan di Urban Kitchen nya. Suasananya sendiri seperti foodcourt, banyak stand-stand makanan. Saya datang sudah agak terlambat, sebagian ada yang piringnya sudah kosong (pindah ke perut isinya). Jadi lah saya keliling mencari makan sendiri, agak malas untuk keliling jauh-jauh saya memilih membeli makanan di depan meja tempat kami berkumpul.
     Di papan nama tertulis 'Sup Sip Thai', jelas menyediakan makanan yang berasal dari negri Gajah Putih itu. Saya pun memilih Duck Noodle Soup seharga sekitar Rp 27-30 ribu (maaf sudah agak lama jadi lupa hehehe).
--- Sup Sip Thai , Urban Kitchen ---

     Intinya makanan ini adalah mie kuah plus daging bebek, semangkuk besar mie datang dengan komplimen saus sambal dan saus cabe. Karena saya termasuk orang yang suka pedas, ya sudah 2 sendok saus cabe pun masuk dalam mangkok. Aduk dan cicipi. Jiaahh kenapa asem beginii !. Masa' sih mie kuah rasanya asem. Usut punya usut ternyata saus cabenya yang bercita rasa asam. Masakan Thailand memang sering memakai unsur asam, contohnya Tom Yam Gong (atau Tom Yam Kung ya?). Kayanya saya kebanyakan ngasih saus cabenya deh.
--- Duck Noodle Soup ---
     Overall Duck Noodle Soup nya hangat segar tapi kuah kaldunya kurang berasa dan kuahnya kebanyakan. Kalau nggak habis dibuang khan, sayang dah jadi mubazir. Kebetulan saya punya foto dengan mangkok mie nya di depan saya. Gede khan mangkoknya.
 
    Ada yang unik nih, kalau di rumah panci-panci butut diumpetin biar gak malu-maluin dilihat orang. Eh disini di Urban Kitchen malah dipajang buat dekorasi. Apa panci-panci lawas saya disumbangin aja kesini ya  biar berguna :D.