Showing posts with label Kitchen Story. Show all posts
Showing posts with label Kitchen Story. Show all posts

Saturday, February 23, 2013

Play with Chocolate

     Mumpung di rumah lagi banyak stok white chocolate dan milk chocolate. Let's play with chocolate !. White chocolate dapat giliran duluan.
 1 >> Cookies and Cream
     White chocolate-nya dilelehkan dan dicampur dengan cincangan biskuit coklat berkrim vanilla.
 2 >> Fruits & Nut
     White chocolate-nya dilelehkan dan dicampur dengan cincangan kacang, manisan cherry dan sukade. Pilihan kacang bisa sesuai selera. Kebetulan yang ada di rumah adalah Chickpea alias kacang arab, oleh-oleh tetangga umroh hehehe.
     Coklat termasuk gampang di mix 'n match dengan bahan-bahan lain. Jadi bisa bebas berkreasiKalau ada hasil utak-atik sama bahan lain, nanti saya posting disini lagi deh.
       Selamat berkreasi !.

Monday, February 4, 2013

(10) Angeun Lada, Banten

    
     Masih di edisi masakan nusantara. Untuk melengkapi deretan masakan dari provinsi yang ada di pulau jawa, kali ini giliran Banten. Trial resep 'Angeun Lada' dari tabloid Nova. Berhubung susah nyari rebungnya, trus sekalinya nemu baunya nggak asik. Jadinya bahan rebung saya ganti dengan kentang yang diiris tipis kemudian digoreng agak kering. Masukkan kentang kalau Angeun Lada nya sudah matang supaya tidak lembek kentangnya.  

ANGEUN LADA
----------------------  
BAHAN :
500 gr daging
300 gr jeroan sapi
150 gr rebung
2 buah tomat, potong-potong
800 ml air
1 batang bunga kecombrang
1 batang serai, memarkan
1 sdt gula merah
garam secukupnya
penyedap rasa
BUMBU HALUS :
10 buah cabe merah, dikukus
6 siung bawang merah
5 siung bawang putih
1/2 sdt ketumbang, disangrai
5 butir kemiri, disangrai
1/2 sdt terasi, dibakar
1 ruas kunyit, dibakar
1 ruas jahe
CARA MEMBUAT :
1. Daging sapi direbus, potong dadu.
2. Jeroan sapi direbus, tiriskan. Potong-potong.
3. Rebung diiris tipis dan rebus.
4. Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan daging dan jeroan lalu aduk rata.
    Tambahkan serai dan kecombrang.
5. Tuangi kaldu daging, masak hingga matang dengan api kecil.  
    Masukkan rebung, tomat dan sisa bumbu lainnya serta didihkan kembali.
6. Angkat dan sajikan hangat
.

PomeGrape Mix

    Ternyata susah ya untuk tidak sama sekali menyentuh hal-hal yang terkait kuliner. Tetap saja kadang-kadang pas lagi serius belajar atau kerja eh tiba-tiba kepikiran untuk bikin ini itu. Eksperimen sama makanan udah sering, sekali-kali bikin minuman enak kayanya. Waktu itu sempat nonton di TV ada racikan minuman di salah satu restoran. Tapi karena tidak semua bahan ada, saya ambil sebagai referensi aja deh bahannya di modif.
      PomeGrape Mix, segar buat refreshing siang atau sore.
Bahan : Jus Pomegranate (Delima Merah)
           Jus Anggur
           Vanilla simple syrup
           Air soda
           Es batu
           Rhum (bila suka)
Cara membuat : 
           Campur semua bahan jadi satu, sajikan dingin.
           Takaran bahan dikira-kira sesuai selera.




Friday, September 28, 2012

(09) Manuk Nom, DI Yogyakarta

 
     Hasil percobaan Mama bikin tape ketan hijau jadinya banyak banget, ada sepanci. Dimakan gitu aja lama-lama bosen, mana nggak habis-habis. Jadi deh mereka nongkrong di kulkas dulu. Saya ingat waktu ke Yogya nggak sempet nyobain dessert ala keraton yang bahannya dari tape ketan hijau, namanya Manuk Nom. Langsung aja googling nyari resepnya, dapat di Sajian Sedap .
     MANUK NOM 
-----------------------
BAHAN :
   250 ml santan dari 1/2 kelapa
   1 lembar daun pandan, potong-potong
   6 butir cengkeh  (saya nggak pake cengkeh)
   100 gram gula pasir halus
   3 butir telur
   60 gram tepung terigu
   400 gram tape ketan hijau, tiriskan
PELENGKAP :
   100 gram emping goreng
CARA MEMBUAT :

   1. Kocok telur, gula pasir, dan santan. Aduk hingga adonan tercampur rata.
   2. Masukkan tepung sambil diayak dan dikocok rata. Tambahkan tape ketan hijau, aduk.
   3. Tuang adonan ke dalam pinggan tahan panas yang sudah diolesi sedikit minyak goreng.
   4. Kukus diatas api sedang 10 menit. Aduk –aduk adonan. Kukus lagi 10 menit hingga 
       matang. Angkat. Dinginkan.
   5. Sajikan dengan emping goreng.
     Udah dijadiin Manuk Nom, ternyata sisanya masih banyak juga. Hadeuh kayanya tape ketan hijau itu mau ditransformasi jadi Madu Mongso saja lah besok.
 

Monday, September 17, 2012

American Risoles

    Punya banyak putih telur sisa bikin kue kering mesti segera dicariin solusinya. Ntar kalau kelamaan bisa bau apek putih telurnya. Mau dibikin Lidah Kucing, udah males ngaduk-ngaduk adonan. Mau nyoba buat Macaron, nggak punya Almond bubuk. Mau dijadiin Chiffon cake kurang banyak putih telurnya. Akhirnya buat isian AmRis (American Risoles) saja deh. Apalagi di kulkas masih ada keju dan mayones, tinggal beli smoked beef sama tepung roti. Saya belum pernah bikin dadar gulung atau risoles sebelumnya. Ingat si Mama yang gagal bikin dadar gulung, saya juga jadi was-was takut gagal bikin kulitnya. Waktu buat kulit dadarnya jangan dibalik kaya bikin telur dadar ya, ntar sobek kulit dadar/risolesnya. Ini resep yang aku pake kemarin (dari majalah Kartini) yang disesuain sama bahan-bahan yang saya punya di rumah.
    AMERICAN RISOLES
-----------------------------------
Bahan kulit :
   100 gr Tepung Terigu (kalau mau lebih lentur pakai terigu yang buat roti)
   2 butir Telur
   300 ml Susu Cair
   50 gr Mentega, lelehkan
   1/4 sdt Garam
   sedikit merica bubuk
   sedikit kaldu bubuk instan rasa sapi
Bahan isi :
   5 lembar Smoked Beef, potong-potong panjang
   50 gr Keju Cheddar, potong balok (pake keju yang bisa meleleh juga enak)
   2 butir Telur rebus,potong balok (saya pakai 150 ml putih telur yang dikukus)
   3 sdm Mayones (dicampur dengan 1 sdm saus sambal)
Pelapis :
   1 butir Telur, kocok (saya masih pakai sisa putih telur)
   100 gr Tepung Roti (bread crumb)
Cara Membuat :

  1. Kulit risoles : Aduk terigu dengan bahan kering lainnya, masukkan telur. Aduk kembali. Tuangi susu sambil diaduk hingga tidak ada yang menggumpal lagi. Masukkan mentega leleh, aduk. Saring adonan supaya halus. Tutup adonan, diamkan selama 30 menit.
  2. Panaskan wajan ceper (saya pakai yang 12 cm), olesi dengan minyak/mentega. Tuangkan satu sendok sayur kecil adonan ke wajan. Putar wajan hingga adonan rata. Masak hingga matang, tapi belum coklat. Teruskan sampai adonan habis.
  3.  Ambil selembar kulit, isi dengan smoked beef, keju, telur, dan mayones. Lipat bentuk risoles.
  4.  Celupkan risoles dalam telur kocok/putih telur, gulingkan di tepung roti. Simpan dalam lemari es minimal 1 jam agar tepung roti benar-benar menempel.
  5.  Goreng dalam minyak panas sampai kuning kecoklatan. Tidak perlu lama-lama karena  semua bahan sudah matang.
       Untuk 16 buah risoles

Singkong Pelangi

      Ramadhan bulan yang istimewa, bukan hanya soal ibadah tapi juga soal makanan. Tak terhitung penjual Takjil yang mendadak bertebaran dimana-mana menjajakan beraneka makanan. Berbukalah dengan yang manis, begitu katanya. Dari mulai kurma, aneka es, kolak dan cemilan menggoda untuk mengisi buka puasa tiap harinya. Saya sama Mama udah janji untuk tidak berlebihan dalam menyiapkan buka puasa, terutama urusan yang manis-manis. Selain esensinya puasa adalah untuk memahami bagaimana rasanya saudara-saudara kita yang kekurangan sehingga kita dapat bersyukur dengan nikmat yang sudah kita terima. Puasa dapat menjadi detoks bagi tubuh dan saatnya istirahat sejenak buat alat-alat pencernaan yang tiap harinya kerja keras menggiling makanan. Jadi kalau udah di detoks mestinya nggak dicemari lagi sama yang aneh-aneh. Makan yang enak-enak boleh asalkan tidak berlebihan. Dari pengalaman yang sudah-sudah sih kalau puasa bukannya jadi kurus tapi berat malah naik, gara-gara kalau abis sahur terus tidur hehehe. Makanya kita nggak mau banyak makanan manis di puasa tahun ini, yang biasa aja kaya' teh manis ata sirup sudah cukup. Dari sebulan puasa saya cuma makan kolak sekali doang lho.
     Iseng nyobain resep buat penganan buka puasa, kebetulan ada singkong boleh dikasih tetangga. Tadinya mau bikin combro, tapi masa' gitu-gitu melulu masaknya. Ya udah bongkar-bongkar koleksi resep dan nemu resep Singkong Pelangi di tabloid Nova. Mau ditulis disini detail resepnya tapi itu lembaran tabloidnya nyelip entah dimana. Kebiasaan deh, barang kalau lagi dicari nggak ada, kalau nggak dicari malah tahu-tahu muncul. Intinya singkongnya diparut dicampur dengan santan kental, agar-agar bubuk, gula, garam kemudian diaduk rata. Setelah itu diletakkan dalam loyang atau dipulung bulat terus dikukus. Oiya jangan lupa diberi pewarna makanan (ingat bukan Rodhamin B) supaya bisa warna-warni seperti pelangi. Kalau sudah matang aduk dengan parutan kelapa muda. Pas masak singkong pelangi ini, masih ada pisang kepok kukus 2 buah. Saya potong-potong terus dicampur deh sekalian
.



Saturday, September 15, 2012

(08) Rendang, SumBar


    Yayy seneng banget sempat njepret gambar Rendang pas Lebaran kemarin, biasanya nggak pernah ingat. Saat Lebaran kami rutin menyajikan Rendang walaupun keluarga Jawa, sampai tanya sana-sini sama orang Padang biar hasilnya oke. Kadang bumbunya ditambahin ulekan cabe rawit biar rasanya nendang. Namun makanan ini sering menjadi jebakan simalakama buat kami yang agak sensitif dengan masakan berempah, apalagi kalau bumbu jadi yang dibeli di pasar kurang cocok. Bisa berabe walau makannya cuma sepotong dua potong, badan jadi berasa panas dan kulit bruntusan (berbintik-bintik kecil). Alhasil selebihnya dijadikan hantaran untuk saudara/tetangga. Senang rasanya mendengar mereka bilang Rendangnya enak dan tidak ikut bruntusan seperti kami. Akhirnya ritual bikin Rendang Lebaran tiap tahun jadi hal yang lucu, disela-sela giliran mengaduk  main tebak-tebakan  apakah Rendangnya nanti habis dimakan sendiri atau dimakan tetangga.
     Waktu lihat kontes My Food Story di detikfood.com, sebel banget deh ada yang ngambil foto Opor Kutai saya. Kalau buat kepentingan pribadi sih sebenarnya tidak masalah, tapi khan ini buat kontes. Semoga orangnya tidak menang huh. Eh lho koq jadi nyumpahin orang hahaha. Nanti belajar memproteksi blog ah.


Tuesday, March 13, 2012

(07) Selat Solo, JaTeng

      Waktu tur ke Yogya Solo akhir tahun kemarin, ada beberapa hal yang terlewatkan. Maklumlah sebelumnya saya dan teman-teman pada sibuk ini itu, ina inu, wara wiri ngurusin kerjaan kantor dan kerjaan rumah. Jadinya nggak kepikiran secara detil liburan 3 hari itu mau ngapain saja. Walaupun saya udah buat itinerary,yang direvisi berkali-kali, tetap saja ada yang ketinggalan.
     Kita ke Solo pas hari pertama, nggak tahu karena capek atau ngantuk karena baru pada dateng, jadi jalan-jalan ke Solonya agak nggak teratur. Yang kerasanya waktu makan siang, kita nggak tahu mau makan apa dan dimana. Salah seorang teman berusaha untuk cari referensi di internet. Eh giliran dicari alamatnya malah nggak ketemu, padahal jalannya udah dilewatin dua kali. Kemana...kemana...dimanaaa?!, yang kuterima alamat palsuu. Atau jangan-jangan udah tutup atau pindah warungnya. Yaa yang mana sajalah tempat makannya, udah keburu laper. Yang ada saya makan rawon, yang lain ada yang makan sate kambing dan tongseng. Lucu nggak sih ke Solo malah makan rawon, secara itu makanan dari Jawa Timur.
     Setelah balik dari Solo ke Yogya baru nyadar kalau banyak makanan yang bisa di cicipi disana. Ada Selat Solo, Tengkleng, Nasi Liwet, Serabi dan lain-lain. Kyaaa pengen balik lagi tapi udah terlambat. Karena masih kepengen makan Selat Solo, minggu kemarin saya bikin aja di rumah deh biar orang rumah juga bisa makan semua. Ini pakai resep utak-atik sendiri yang praktis aja.
     SELAT SOLO 
-------------------
BAHAN :
600 gr Daging has dalam
2 siung Bawang putih, haluskan (untuk daging)
2 siung Bawang putih, cincang
1 buah Bawang bombay, iris kasar
1 buah tomat, cincang
6 sdm Kecap manis
6 sdm Saus Teriyaki
1 sdt Lada bubuk
1 sdt Pala bubuk
Garam
Gula
Margarin
Air
PELENGKAP :
Telur ayam rebus, belah dua
Acar (timun,wortel,bawang merah,cabe rawit)
Buncis, potong-potong 5 cm, rebus
Wortel, potong balok 5 cm, rebus
Kentang, potong balok 5 cm, goreng
Selada keriting
Mayonaise
Saus sambal
Keripik kentang
CARA MEMBUAT :
- Daging dipotong agak tipis melebar, lumuri dengan 1 siung
  bawang putih yang dihaluskan, 2 sdm saus teriyaki,
  2 sdm kecap manis dan 1/2 sdt lada bubuk. 
  Diamkan beberapa jam.
- Lelehkan margarin, tumis bawang putih,bawang bombay dan  
  tomat hingga harum dan layu.
- Masukkan saus teriyaki, tumis sebentar.
- Masukkan daging berbumbu, tumis hingga berubah warna.
- Tambahkan air hingga daging terendam, bumbui dengan  
  kecap manis, lada dan pala bubuk, garam serta gula.
- Masak hingga matang dan empuk.
- Daging bisa dimemarkan saat setengah matang, kemudian  
  rebus kembali hingga matang. Supaya bumbunya lebih meresap
- Tata dalam piring, daging dan pelengkapnya
- Selat Solo bisa disajikan bersama nasi jika suka
  Untuk 6 orang

   Kesampean juga makan Selat Solo, 
  kapan-kapan kita ke Solo lagi yuuuk !

  

Saturday, February 4, 2012

(06) Ayam Tangkap , Aceh

           Mampir ke rumah temen kantor yang punya halaman luas di belakang rumah, lengkap dengan berbagai pepohonannya. Enak ya kalo punya rumah kaya' gitu. Keliling kebun dan akhirnya minta daun pandan & daun salam koja (daun kari). Inget di rumah punya resep Ayam Tangkap. Resepnya di sini, dari RM Aceh Rayeuk.    
     AYAM TANGKAP
-------------------------
BAHAN :
1 ekor ayam (sebaiknya ayam kampung)
1 liter minyak goreng
8 tangkai daun salam koja (temurui)
4 lembar daun pandan, iris kasar
1 cangkir air matang
2 buah cabai hijau

Bumbu:
 

3 siung bawang putih (3 siung dirajang, 3 siung dihaluskan)
3 buah bawang merah
5 buah cabe rawit
1 ruas ibu jari (2 cm) kunyit
1 ruas ibu jari (2 cm) jahe
1 sdt garam
air asam jawa, secukupnya
 
CARA MEMBUAT :
1. Potong ayam menjadi 24-30 potongan kecil, kemudian cuci bersih. 
   Bila perlu, remas-remas dengan air perasan jeruk nipis.
2. Haluskan semua bumbu, campur dengan 200 ml air matang.
3. Masukkan potongan ayam ke dalam bumbu,dan rendam 10 menit.
4. Panaskan minyak di wajan besar sampai benar-benar mendidih. 
   Goreng ayam sampai kecokelatan.
5. Semua ayam harus tenggelam dalam minyak dan jangan sampai 
   terlalu berhimpitan satu sama lain. 
   Untuk hasil terbaik, gunakan wajan yang besar.
   Jangan menggoreng sekaligus, melainkan sedikit demi sedikit.
6. Menjelang ayam matang, masukkan irisan bawang merah, 
   daun salam koja, daun pandan, dan cabe hijau. 
   Teruskan menggoreng sekitar tiga menit lagi.
7. Angkat, tiriskan, dan segera hidangkan dalam keadaan panas.
 
   Kalau pas bikin kemarin sih, ayamnya saya ungkep sebentar dengan bumbunya biar lebih meresap. Lagipula menggorengnya jadi tidak perlu waktu lama. Emang bener aromanya jadi 'rame' setelah digoreng bersama daun-daun tersebut. Lebih enak dimakan segera setelah digoreng, saat daun pandan & salam kojanya masih renyak kriuk-kriuk kaya keripik.
   Tampilan masakan ini memang agak 'rusuh' keliatannya. Tapi mungkin memang karena itu disebut Ayam Tangkap. Kita mesti menangkap ayamnya diantara rimbun dedaunan. Saat pulang dari membeli ayam ke pasar, saya lewat depan rumah penjual tanaman-tanaman obat. Eh ternyata si ibu jual anakan Salam Koja. Cuma 10 ribu saja dan saya tenteng tuh anakan salam koja ke rumah.
 

Friday, February 3, 2012

Birthday Cake buat Rafa

          "Teh Endang bikinin kue ulang tahun ya buat Rafa". Permintaan itu bolak-balik Rafa bilang ke saya. Rafa itu keponakan saya, umurnya 2,5 tahun. Namanya juga anak kecil meskipun ulang tahunnya udah lewat tetep masih pengen kue ulang tahun. Kalo bisa tiap bulan malah, itu sih namanya ulang bulan hahaha. Bocahnya minta terus, selama saya belum bikinin kayanya nggak stop ditagih deh.  
    Sebenarnya saya belum pernah secara khusus bikin Birthday Cake. Biasanya kalo ulang tahun ya bikinnya Blackforest Cake. Tapi ini anaknya minta kue ulang tahun beneran. Inget di rumah ada stock coklat blok rasa strawberry. Si Rafa khan sukanya yang ng-pink gitu.
      Untuk base cake nya nyobain resep bolu Hongkong coklat,nggak tahu kenapa disebut begitu,yang nyusun resep orang sana mungkin. Masih ng-test oven hadiah femina itu, pas diganti api atas sempet ketinggian suhunya. Jadi agak gosong dikit atas bolunya. Nggak apa-apa deh ntar pas mau dihias juga dibuang lapisan atasnya. Maklumlah baru dua kali pake, jadi belum familiar *ngeles ajah hehehe*
      Lapisan cakenya tidak pakai butter cream tapi whipping cream. Well waktu ngelapisin mesti mondar-mandir masuk kulkas karena gampang banget meleleh. Terus coklat rasa strawberrynya  dibentuk helaian baru dirangkai jadi bunga. Untuk pinggirannya pake hiasan dari waferstick.
 
     Pas lihat kue ulang tahunnya udah jadi Rafa seneng banget. Tapi karena dia mau kasih tahu ayahnya dulu maka tuh kue masuk kulkas dulu. Emang dasar bocah biarpun dia bilang mau nunggu ayahnya pulang tapi udah bolak-balik buka kulkas dan colekin whip cream nya. Alhasil boncel-boncel deh pinggirnya. Untungnya masih ada sisa whipcream buat nambal.
      Rafa di dandanin pake gaun dulu biar kaya ulang tahun beneran, terus pasang lilin diatas kuenya. Foto-foto deh... Dan besok-besoknya dia bilang "Teh Endang kapan-kapan bikin kue ulang tahun lagi ya". Hadeuhh !.
 
    

Friday, January 6, 2012

(05) Empal Gentong, JaBar


  Kalau pulang dari kantor ke Terminal Kampung Melayu, dekat tempat ngetemnya Metromini T-52 banyak tukang jual makanan. Salah satu kios ada yang menjual mie ayam & bakso plus satu makanan yang nggak ada mie nya yaitu Empal Gentong. Saya sudah pernah beli mie aya & baksonya tapi Empal Gentongnya belum. Pernah makan Empal Gentong sekali di resepsi pernikahan,makanan yang ada di gubukan itu lho.
    Apa sih Empal Gentong itu ?. Sajian khas Cirebon ini mirip soto dengan kuah santan yang gurih. Isian daging sapi dan jeroan yang empukmenambah sedap rasanya. Sedikit taburan cabai merah bubuk memberi aksen pedas enak saat dihirup kuahnya.
    Kenapa disebut Empal Gentong?. Karena daging dan jeroan dimasak di dalam gentong dari tanah liat. Berhubung kelihatannya enak, saya tertarik buat nyoba masak dirumah. Ternyata emang enak beneran. Resepnya ngambil dari sini   

     EMPAL GENTONG
--------------------------
BAHAN :
500 g daging sapi sandung lamur
500 g jeron sapi (babat, paru, usus) ---> saya pake babat aja
2 sdm minyak sayur
1 batang serai, memarkan
1 lembar daun salam
3 butir cengkih
500 ml santan segar
Haluskan:
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1/2 sdt merica butiran
2 cm kunyit
1/2 cm jahe
2 sdt garam
Pelengkap:
Cabai merah bubuk
Daun kucai, iris kasar
Bawang merah goreng

CARA MEMBUAT:
1. Rebus daging sapi dan jeroan secara terpisah hingga empuk. 

2. Tiriskan, potong-potong daging sapi dan jeron kecil dan tipis.
   Sisihkan kaldu daging.
3. Tumis bumbu halus hingga wangi.
4. Tambahkan serai, daun salam, cengkih, aduk rata hingga wangi.
   Angkat, taruh di panci, beri kaldu daging dan santan,didihkan.

5. Masukkan potongan daging dan jeroan. Masak dengan api kecil 
   hingga mendidih dan meresap.
6. Angkat. Sajikan panas dengan Pelengkapnya.
   Untuk 6 orang


    Sempet browsing referensi sebelum bikin Empal Gentong ini, ternyata penyajiannya dimakan dengan kerupuk kulit. Cari di warung kelontong jarang yang jual, di warteg belum tentu ada. Akhirnya ku menemukanmu ... di warung padang. 

    
    Waktu nyari-nyari resep nggak kepikiran buat nyari tips gimana caranya masak babat biar empuk. Udah enak gini Empal Gentong nya eh babatnya masih rada keras... Tau masak babatnya repot, mendingan pilih campur paru rebus aja kemarin ya.  

Thursday, December 29, 2011

(04) Pindang Patin, SumSeL


   Tren makanan sehat kembali digembar-gemborkan dimana-mana. Sebenernya sih dari dulu orang sudah pada tahu tapi khan di dunia ini makanan nggak terhitung macamnya. Ya jadi makan macem-macem deh. Ikan termasuk dalam jenis makan sehat. Jadi pengen ikan nih. Saya jarang beli ikan kalau makan diluar (bilang aja di warung nasi/warteg) , dikhawatirkan bukan ikan segar atau sudah dimasak berhari-hari. Bisa bikin alergi. Kecuali warung-warung tertentu yang saya udah percaya ya atau di restoran.
     Buat masak di rumah juga saya jarang beli ikan sendiri, biasanya si Mama yang beli. Ikan yang dibeli rata-rata yang dibawa sama yayuk sayur keliling. Kalau gak bawal, ikan mas atau ikan patin. Ngomongin soal ikan patin. Menurut para ahli gizi, ikan patin ini mengandung protein tinggi.
    Biasanya ikan patin cuma digoreng saja atau digoreng terus disambelin (sebelas dua belas itu mah hehehe). Lantaran ikan patin ini berlemak dan kalau digoreng lemaknya mencair, begitu keluar dari penggorengan wujudnya udah kisut :D. Pernah juga dikasih sama tetangga, ikan patinnya dimasak urip-urip (dimasak bening dengan cabai,tomat,blimbing wuluh) rasanya segar.
    Nyari resep masakan ikan patin ketemu nih resep Pindang Patin dari Sumatera Selatan. Beberapa referensi menyebutkan kalau makannya bisa dibarengin sama lalapan dan sambel terasi. Tapi menurut saya nggak pake sambel juga nggak apa-apa, khan udah ada merconnya cabe rawit utuh. Resep dibawah ini adalah hasil utak-atik browsing-an yang sudah disesuaikan dengan selera saya.

    O iya jangan lupa nyediain nasi putih anget yaa !. Selamat Makan (^_^)).

   PINDANG PATIN
------------------------
BAHAN :
1 kg Ikan Patin, buang kepalanya
  potong-potong lumuri air jeruk nipis
1 ltr air
8 siung bawang merah
5 siung bawang putih
5 buah cabai merah
10 buah cabai rawit
3 lembar daun salam
2 batang serai, memarkan
2 ruas jahe, memarkan
1 ruas kunyit, bakar
2 sdm kecap manis
1 sdm gula merah
2 sdm air asam jawa
200 gr tomat merah/hijau, potong-potong
6 buah belimbing sayur/wuluh, potong-potong
1/4 buah nanas muda, potong-potong
Daun kemangi, petiki daunnya
garam secukupnya

CARA MEMBUAT :
1. Haluskan bawang merah, bawang putih,cabai merah dan beberapa potong nanas.
2. Rebus bumbu halus,salam,serai,kunyit dengan air sampai mendidih.
3. Masukkan ikan patin dan sisa bahan lainnya (kec. kemangi)
4. Masak sampai matang. Masukkan daun kemangi sesaat sebelum diangkat supaya tetap segar.


Thursday, December 22, 2011

(03) Rawon , JaTim

     Rawon merupakan makanan dari daerah Jawa Timur, semacam sup daging berwarna kehitam-hitaman karena memakai bumbu khas yaitu Kluwek. Makanan ini termasuk favorit keluarga saya karena alm. bapak juga orang Jawa Timur. Waktu Halal bi halal RT kemarin sengaja kami memilih masak nasi rawon komplit. Buat yang kepengen buat Rawon juga diposting resepnya nih , dikutip dari sini . Lebih kurangnya sesuaikan dengan selera masing-masing yaa.
    RAWON
--------------
BAHAN :
500 gr daging 
(paling enak bagian sandung lamur), potong2 dadu
1,5 liter air
2 batang sereh, geprak
3 cm lengkuas, geprak
5 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
2 sdt air asam
Garam & gula pasir secukupnya
4 tangkai daun bawang, bersihkan & potong 2-3cm
4 sdm minyak sayur untuk menumis

Bumbu halus:
2 buah cabe merah
8 butir bawang merah
5 siung bawang putih
2 sdt ketumbar sangrai
½ sdt jintan sangrai
2 cm kunyit
2 cm jahe
4-5 buah keluak yang bagus, ambil dagingnya 

Pelengkap:
Taburan bawang goreng
Sambal terasi
Taoge pendek/kecambah
Kerupuk udang
Telur asin
Lalapan (ketimun, kemangi)

CARA MEMBUAT :

1. Rebus air sampai mendidih.
2. Sementara tunggu mendidih panaskan minyak, tumis bumbu halus,
   sereh, lengkuas dan daun jeruk sampe wangi dan pekat.
3. Masukkan potongan daging & air asam, aduk-aduk sambil terus 
   ditumis sampe daging berubah warna dan kaku.
4. Masukkan tumisan ke dalam air yang sedang mendidih, tambahkan 
   garam & gula, tutup & kecilkan api. Masak sampai daging empuk
  (kalau kuahnya kurang, tambah air).
5. Setelah daging empuk, masukin irisan daun bawang. Aduk rata & 
   didihkan sekali lagi, angkat.
7. Sajikan hangat dengan nasi putih dan pelengkap.
8. Jika ingin bumbu lebih meresap, buat rawon sehari sebelum 
   disajikan.

    Kunci membuat rawon yang enak juga ada pada pemilihan kluwek yang digunakan untuk bumbu. Ada beberapa tips untuk memilih kluwek yang baik mutunya :
- Pilih yang batoknya tidak berjamur.
- Kocok-kocok, ambil bila terasa berat dan koplok biasanya daging buahnya
  bagus dan berwarna hitam.
- Daging buah yang bagus berwarna hitam pekat, jangan ambil bila berwarna 
  kelabu atau berjamur, karena itu kluwek yang sudah kadaluwarsa. Kalau 
  dagingnya agak putih, berarti kluweknya masih muda. 
- Pecahkan batoknya dengan ulekan batu atau martil. 
- Ambil sedikit dagingnya dengan sendok teh, cicipi, kalau pahit jangan digunakan. 
- Kluwek yang bagus bentuknya bulat seperti bentuk batoknya dan utuh, tapi 
  kalau dapat yang sudah mengering dan menempel pada batoknya tidak 
  apa-apa, asalkan tetap berwarna hitam pekat dan tidak pahit. 
  Masih bisa dipakai, asal direndam dulu dengan air panas.