Saturday, September 15, 2012

(08) Rendang, SumBar


    Yayy seneng banget sempat njepret gambar Rendang pas Lebaran kemarin, biasanya nggak pernah ingat. Saat Lebaran kami rutin menyajikan Rendang walaupun keluarga Jawa, sampai tanya sana-sini sama orang Padang biar hasilnya oke. Kadang bumbunya ditambahin ulekan cabe rawit biar rasanya nendang. Namun makanan ini sering menjadi jebakan simalakama buat kami yang agak sensitif dengan masakan berempah, apalagi kalau bumbu jadi yang dibeli di pasar kurang cocok. Bisa berabe walau makannya cuma sepotong dua potong, badan jadi berasa panas dan kulit bruntusan (berbintik-bintik kecil). Alhasil selebihnya dijadikan hantaran untuk saudara/tetangga. Senang rasanya mendengar mereka bilang Rendangnya enak dan tidak ikut bruntusan seperti kami. Akhirnya ritual bikin Rendang Lebaran tiap tahun jadi hal yang lucu, disela-sela giliran mengaduk  main tebak-tebakan  apakah Rendangnya nanti habis dimakan sendiri atau dimakan tetangga.
     Waktu lihat kontes My Food Story di detikfood.com, sebel banget deh ada yang ngambil foto Opor Kutai saya. Kalau buat kepentingan pribadi sih sebenarnya tidak masalah, tapi khan ini buat kontes. Semoga orangnya tidak menang huh. Eh lho koq jadi nyumpahin orang hahaha. Nanti belajar memproteksi blog ah.


No comments:

Post a Comment