Thursday, January 5, 2012

Lunch Gossip

     Gosip itu biasanya identik sama ngomongin orang tapi kali ini saya nggak mau ngomongin orang. Trus apa dong ? ... Mau ndengerin orang ngomong wkwkwk ...
-------------------------------------------------------------------------------
     Di suatu tempat makan di bilangan jaksel, waktu makan siang. Semeja 3 orang pria , sedang membahas salah satu diantara mereka yang baru pulang berwisata tahun baru kemarin.
Cowok 1 : (putih,kurus,berwajah oriental)
               "Kemaren kesana berenang nggak ?"
Cowok 2 : (putih,bertubuh tambun,baru pulang jalan-jalan)
               "Nggak"
Cowok 3 : (kurus,muja=muka jawa) 
               "Kenapa?, sayang khan udah kesana tapi nggak berenang"
Cowok 2 : "Gue takut ikan hiu"
Cowok 1 : "Aah elu... hiu mana doyan anakan paus"
Cowok 2 : "*$#%&?!" 
Cowok 3 : (diam seribu bahasa)
-------------------------------------------------------------------------------
     Pengen ketawa guling-guling tapi udah kenyang abis makan. Huahahaha :D

Wednesday, January 4, 2012

Solaria , Plangi - Plaza Xbata

    Buat para pengunjung mall sekalian dan pekerja-pekerja yang rajin makan di luar, pasti sudah tidak asing lagi dengan restoran yang bernuansa ungu ini. Yup bener 'Solaria' !!!. Lokasinya bertebaran di berbagai mall di Jakarta sejak beberapa tahun lalu.
    Solaria menyajikan makanan praktis berupa nasi/mie/kwetiau yang diolah berbagai macam, ada juga menu paket nasi sayur plus lauk, serta minuman dan jus buah. Restoran ini awalnya dikenal dengan harganya yang terjangkau namun porsinya cukup besar. Namun belakangan banyak komentar negatif seputar resto ungu ini, kebanyakan sih tentang waktu tunggunya.
     Saya sendiri seumur hidup baru dua kali makan di Solaria. Pertama di Plaza Semanggi seusai meeting bersama teman-teman, ngomongin soal jalan-jalan. (wuidiih jalan-jalan aja pake meeting dulu...gayane...). Waktu di Plangi ini restoran tidak begitu ramai, jadi kami tidak menunggu lama sampai makanan datang. Saya pesan Mie Ayam Pangsit Goreng (Rp 14,5 ribu) dan Es Teh Manis (gak sampai Rp 10 ribu deh). Semua itu belum termasuk pajak. Seperti dibawah ini pesanan saya :

    --- Mie Ayam Pangsit Goreng ---
     Soal rasa ya seperti mie ayam biasanya hehehe. Dalam artian nggak ada 'sesuatu' yang bisa dinilai istimewa gitu. Soal porsi memang mengenyangkan, mie nya banyak. 
     Yang kedua di Plasa Kalibata, waktu makan siang hari Jumat. Perasaan resto gak terlalu rame deh, kita duduk semenit dua menit truus lha koq gak ada yang nyamperin. Kemana nih mbaknya ??!, manggil-manggil deh kita. Saya pesan paket nasi capcay + udang goreng tepung (Rp. 21 ribu) dan es teh lemon (lupa harganya). Capcay perlu tambahan waktu memasak 2-3 menit lagi kayanya, masih agak keras. Udangnya lumayan lah.
--- Nasi Capcay + Udang Goreng Tepung ---
--- Es Teh Lemon ---
     Susah foto-foto dalam Solaria, nuansanya remang-remang. Gelap gini mana kelihatan kalau pesanannya ketuker, ada lalat menclok juga nggak ketahuan. Restoran ini menerapkan sistem prabayar, jadi kita bayar setelah pesan. Tidak peduli berapa lama pesanannya datang dan bagaimanapun rasanya, karena sudah dibayar yaa terima saja apa adanya. 
    Saya belum pernah nyoba nasi gorengnya dan sepertinya mending masak sendiri atau beli di abang-abang nasgor deh. Lebih murah meriah...

Happy New Year 2012

Selamat Tahun Baruuu !!!
     Antara senang menyambut lembaran baru dan sedih karena begitu cepat rasanya waktu berlalu. Apalagi dengan berbagai konflik yang terjadi di kantor menjelang pergantian tahun kemarin. Tapi hidup haruslah tetap berjalan. Fitrahnya makhluk hidup adalah bergerak. Diam berarti mati !.
    Tepat tanggal 31 Desember, saya menerima surat dari AusAid yang mengabarkan bahwa aplikasi beasiswa ADS saya 'not been sucessful'. Well, kado tahun baru yang kurang menggembirakan memang. Mungkin Allah SWT punya rencana lain yang lebih baik untuk saya. Kalau dipikir-pikir jika saya diterima untuk beasiswa ini maka saya harus mengikuti program trainingnya yang bisa lebih dari 6 bulan. Mau nggak mau ya harus keluar dari pekerjaan. Sebagai karyawan swasta kalau resign jadi nggak punya penghasilan utama dong.
     Tahun 2011 kemarin nggak nyangka juga kalau saya bisa dua kali travelling, ke Bali dan ke Yogya-Solo. Seneng bangeet bisa lihat-lihat indahnya bumi Indonesia bareng teman-teman.
Tahun ini mau kemana yaaa?. Hadeuh nabung dulu Neng, katanya mau ngajak si Mama naik pesawat.
     Selain kembang api ada yang juga heboh menjelang tahun baru, yaitu yang namanya Resolusi. Kalau diartikan harfiah Re-solusi = solusi ulang. Ya mungkin memang tujuannya mencanangkan rencana-rencana untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di tahun sebelumnya. Resolusi atau Goal hendaknya memakai prisip S.M.A.R.T :
    Specific       : Apa?, Siapa?, Kapan?, Dimana?, Kenapa?
    Measurable  : Bagaimana?, Berapa banyak?
    Attainable   : Tahapan-tahapan untuk mencapai goal apa saja
    Reasonable : Tujuan yang masuk akal, yang masih bisa dicapai manusia lah
    Timely        : Ada batasan waktu atau deadline

Terus apa dong resolusi saya ?
Yang pasti belum bisa pasang resolusi nikah tahun ini, calonnya belum ada hahahaha
hmmm ....
- Lebih cermat dalam mengatur keuangan , sebisa mungkin menghindari 
  'pengeluaran siluman' yang nggak jelas juntrungannya.
- Tepat waktu (ibadah, ngantor, makan, dan mengambil kesempatan)
- Test TOEFL iBT/IELTS , biar gak kalah sama PNS jaman sekarang yang TOEFL 
  nya mesti 600 itu
- dll
    Baiklah, sekarang mari kita jabarkan cara pencapaiaannya, tahapan beserta modal apa yang mesti dikeluarin buat dapetin itu semua. Wah kayanya tulis di kertas aja deh, screen komputer nggak bisa dicorat-coret abisnya :D
    Itu resolusi ku ...
    Apa resolusi mu ?...


Friday, December 30, 2011

Pondok Losari, Wr Buncit

  
   Lupa abis pulang darimana trus mampir ke tempat ini. Tempatnya sebelum lampu merah Republika, Pejaten. Agak di dalam, satu area dengan Gudeg Bu Hani. Kalau tidak teliti kemungkinan kebablasan lihat plangnya di jalan. Pondok Losari ini menyediakan makanan dan minuman dari Makasar. Kalau dilihat di daftar menu ada Soto Makasar,Pallu mara,Es Pallu Butung,Buras dll . 
    Sebenernya saya sudah pernah makan di tempat lain tapi nggak afdol rasanya kalau nggak pesen Coto Makassar (Rp 16 ribu).Sebagai pendampingnya saya memilih Buras (Rp 1500/buah) daripada nasi. Dan minumnya Teh Tawar (maap yang ini dah lupa harganya).


    Hmmm semangkok penuh. Bumbunya pekat berasa banget. Di kucurin air jeruk nipis sama sambal dulu sebelumnya. Lantaran Coto nya cukup banyak, jadi abis dua deh Burasnya. Aduuh kenyang ... blenger ...

Pondok Losari 
Jl. Warung Buncit Raya No. 22, Jakarta 
Telp  (021) 7919807
  

Thursday, December 29, 2011

(04) Pindang Patin, SumSeL


   Tren makanan sehat kembali digembar-gemborkan dimana-mana. Sebenernya sih dari dulu orang sudah pada tahu tapi khan di dunia ini makanan nggak terhitung macamnya. Ya jadi makan macem-macem deh. Ikan termasuk dalam jenis makan sehat. Jadi pengen ikan nih. Saya jarang beli ikan kalau makan diluar (bilang aja di warung nasi/warteg) , dikhawatirkan bukan ikan segar atau sudah dimasak berhari-hari. Bisa bikin alergi. Kecuali warung-warung tertentu yang saya udah percaya ya atau di restoran.
     Buat masak di rumah juga saya jarang beli ikan sendiri, biasanya si Mama yang beli. Ikan yang dibeli rata-rata yang dibawa sama yayuk sayur keliling. Kalau gak bawal, ikan mas atau ikan patin. Ngomongin soal ikan patin. Menurut para ahli gizi, ikan patin ini mengandung protein tinggi.
    Biasanya ikan patin cuma digoreng saja atau digoreng terus disambelin (sebelas dua belas itu mah hehehe). Lantaran ikan patin ini berlemak dan kalau digoreng lemaknya mencair, begitu keluar dari penggorengan wujudnya udah kisut :D. Pernah juga dikasih sama tetangga, ikan patinnya dimasak urip-urip (dimasak bening dengan cabai,tomat,blimbing wuluh) rasanya segar.
    Nyari resep masakan ikan patin ketemu nih resep Pindang Patin dari Sumatera Selatan. Beberapa referensi menyebutkan kalau makannya bisa dibarengin sama lalapan dan sambel terasi. Tapi menurut saya nggak pake sambel juga nggak apa-apa, khan udah ada merconnya cabe rawit utuh. Resep dibawah ini adalah hasil utak-atik browsing-an yang sudah disesuaikan dengan selera saya.

    O iya jangan lupa nyediain nasi putih anget yaa !. Selamat Makan (^_^)).

   PINDANG PATIN
------------------------
BAHAN :
1 kg Ikan Patin, buang kepalanya
  potong-potong lumuri air jeruk nipis
1 ltr air
8 siung bawang merah
5 siung bawang putih
5 buah cabai merah
10 buah cabai rawit
3 lembar daun salam
2 batang serai, memarkan
2 ruas jahe, memarkan
1 ruas kunyit, bakar
2 sdm kecap manis
1 sdm gula merah
2 sdm air asam jawa
200 gr tomat merah/hijau, potong-potong
6 buah belimbing sayur/wuluh, potong-potong
1/4 buah nanas muda, potong-potong
Daun kemangi, petiki daunnya
garam secukupnya

CARA MEMBUAT :
1. Haluskan bawang merah, bawang putih,cabai merah dan beberapa potong nanas.
2. Rebus bumbu halus,salam,serai,kunyit dengan air sampai mendidih.
3. Masukkan ikan patin dan sisa bahan lainnya (kec. kemangi)
4. Masak sampai matang. Masukkan daun kemangi sesaat sebelum diangkat supaya tetap segar.


Wednesday, December 28, 2011

Ah Mei Cafe, PenVill

    Jelajah rasa kali ini mampir di PenVill alias Pejaten Village. Saya kesana bersama seorang rekan kantor. Pilihan kami jatuh pada Ah Mei Cafe yang ada di lantai satu mall. Sederetan dengan resto lainnya, Ah Mei Cafe menawarkan menu makanan melayu Singapore. Sebenarnya ini kali kedua saya makan di tempat ini, waktu pertama kali saya pesan Mie Laksa. Wah tapi tidak ada catatan tuh, maklum ditraktir.
    Bolak-balik daftar menu (saya kalau lihat daftar menu emang lama, dibacain satu-satu, dibandingin harganya dulu huehehe). Menu yang ada beragam antara lain mie goreng mamak, laksa, kaya toast, roti prata plus kari, ada juga teh/kopi tarik. Karena lapar saya mau makan nasi saja, jadilah pesan Chicken Hainan Rice (Rp 30 ribu) dan Ice Coffee Tarik (Rp 18 ribu). Waitress nya sempat bertanya saya mau ayamnya yang rebus atau panggang. Pengen tahu rasa orisinilnya ya ayam rebus.
     Setelah menunggu beberapa saat sambil ngobrol ngalor ngidul, akhirnya pesanan saya datang. Oo..ow agak kaget waktu lihat Chicken Hainan Rice nya. Dalam hati ''wah ini sih kidz portion''. Nggak kenyang nih keliatannya.

--- Chicken Hainan Rice ---

    Nasi yang dimasak dengan kaldu ayam ini disajikan dengan ayam rebus (sesuai pilihan saya), separuh telur rebus, kuah kaldu serta condiment kecap, saus cabai, saus jahe - bawang putih. Soal rasa nggak protes lah ya. Saus jahenya kurang berasa, nggak masalah sih itu khan cuma pelengkap aja ya.  Tapi coba kalau telurnya satu bukan separuh, cetakan nasinya agak gedean lagi, trus ayamnya dibanyakin hahahaha. Intinya sih porsinya kurang gede, nanggung.
     Ice Coffee Tarik nya lumayan menolong untuk bikin kenyang. Rasa kopinya cukup kuat. Dibanding teh tarik, saya memang lebih suka es susu kopi ini.

 --- Ice Coffee Tarik ---
     Salah satu yang menarik untuk dicermati adalah interior nya. Pernak-pernik jadul dijadikan hiasan di cafe yang tidak terlalu luas ini. Mulai dari teko/cangkir seng, termos jadul, mangkok ayam, sampe rantang ikut mejeng diatas ambalan. Barang-barang yang saat ini mulai langka itu bisa jadi membangkitkan kenangan para pengunjung untuk kilas balik ke masa-masa silam.

--- Interior Ah Mei Cafe ---  


Hug the oven ;D

      Aloha !... Masih ingat nggak sama Femina edisi hidangan Lebaran yang saya ceritain disini. Nah di halaman belakang kumpulan resep itu ada kuisnya tentang alasan kenapa kita beli buku tersebut. Jawaban dikirim bersama dengan pilihan hadiah yang diinginkan. Ada empat pilihan hadiah : 1. Microwave ; 2. Blender & Mixer ; 3. Paket Tupperware ; dan 4. Oven Toaster. Lantaran belum beruntung dapat   doorprize pas demo masak, ya sudah saya kirim-kirim saja.
     Setelah dua bulan berlalu, saya dapat email dari redaksi femina yang mengabarkan kalau saya dapat Oven Toaster Electrolux. Percaya gak percaya, awalnya ragu jangan-jangan cuma tipu-tipu nih. Eh nggak taunya beneran. Seneengnyaaa !. Nih ovennya ...

    Seingat saya waktu itu ngirim 2 sms untuk hadiah Microwave dan 3 sms untuk hadiah Oven ini. Alhamdulillah ya, memang saya kepengen punya oven listrik. Di rumah adanya cuma oven tangkring, yang rada susah buat manggang cake soalnya suhunya nggak stabil. Bisa buat praktikum bikin cake nih. First trialnya buat bikin Bluder Tape Keju . Tapi maklum aja oven baru masih penjajakan, masih ngira-ngira berapa lama pake api bawah trus kapan bisa tukar api atas. Latihan lagi ah !.